Dibalik Hujan

Cerpen

Aku sedang menikmati secangkir kopi, sambil memandang hujan dibalik jendela rumah, terlintas dalam pikiran, teringat laki-laki yang pernah aku cintai dulu. Batinku berkata,”kamu adalah tempat belajar, mengajarkan aku sabar, ikhlas bahwa cinta tidak bisa untuk dipaksakan”. Diriku sambil tersenyum. Hatiku masih teramat sakit setelah kejadian 2 tahun yang lalu.

Waktu itu, setelah kuliah selesai Aku hendak pulang tiba-tiba temanku,

Yuni berkata.”Pril kamu jangan pulang dulu ya temani aku dong pliss !.

“Aku bertanya” iya temani untuk apa?

“Aku besok kan ikut lomba baca puisi nah aku minta bantuan Aldo untuk mengajari aku, tapi aku malu sama dia kalo sendiri, makanya aku ajak kamu, gimana mau ya Pril?”, Jawab Yuni dengan riang. Hatiku tersentak dengan kagetnya mendengar itu.

Aldo adalah orang yang selama ini aku cintai dalam diam, tetapi Aku hanya bisa memendam perasaan ini. Menunggu waktu yang tepat untuk aku ungkapkan.

Dengan lapang dada aku menerima ajakan yuni.

“Baik Yun akan kutemani”, jawabku terpaksa.

“wah seneng deh makasih temanku”, jawab Yuni dengan senang. Aku hanya membalas dengan senyum palsu untuk sekadar menutupi luka yang ku pendam.

Beberapa menit kemudian, Aldo pun datang dan masuk kelas setelah selesai melakukan sholat asar. Aku tahu bahwa sebenarnya Aldo ada rasa dengan Yuni. Bagaimana mungkin Aldo dengan sabarnya mengajari Yuni dengan sangat tulus.

Sedangkan Aku hanya berdiam diri dibalik jendela kelas sambil menahan api cemburu, melihat mereka berdua begitu romantis, Aku hanya melihat kedepan, melihat hujan lagi menghibur diriku, tetapi tetaplah masih teramat sakit. Air mata sudah tidak bisa dibendung lagi, perlahan jatuh bersama hujan.

“Pril ayuk kita pulang aku sudah selasai” ucap Yuni. Aku dengan cepat mengusap air mata dan berbalik kebelakang memasang senyum palsu.

” Iya baik Yun”, jawabku.

Tanpa mengucap sepatah kata dan memandang laki-laki yang kucintai itu dalam hatiku berkata,” apakah kamu tidak mengerti apa yang kurasakan Al”?

Aldo hanya memandangku sekilas dan bersiap-siap hendak pulang.

“Pril”, sapa Aldo. Dengan kagetnya hatiku, namaku dipangil olehnya.”

Ada apa Al?”, jawabku penasaran.

“Tidak ada apa-apa”, jawab Aldo dengan senyum. Aku hanya terdiam sambil mengerutkan dahi menahan luka yang kurasakan.

“Belajar terus kamu pasti bisa kok Yun, semangat”,kata Aldo dengan senyum terindahnya sambil mengelus kepala Yuni.

“wah iya tentu kan udah kamu ajarin, jadi semangat dong” jawab Yuni dengan semangat.

Melihat mereka berdua hatiku sangat sesak ingin menangis dan menjerit sekeras-kerasnya. Dalam hatiku berkata,

“Aku juga butuh semangat dari kamu Al”. Tapi itu hanyalah harapan yang mustahil bagiku.

Ketiganya saling keluar kelas bersama, melihat keluar kampus teryata hujan masih sangat deras. Waktu sudah hampir mangrib dan terpaksa pulang kehujanan. Aldo sudah duluan pulang mengendarai sepeda motor nya, Aku dan Yuni pulang dengan jalan kaki, karena asrama kami dekat dengan kampus.

Sambil berjalan melewati hujan yang lebat bersama panasnya hati yang sudah terbakar api cemburu, Aku hanya berharap hujan bisa memadamkan api dihatiku ini, diriku berjalan sambil menangis menyembunyikan air mata dalam rintik hujan.

“Wah Aldo baik banget ya pril orangnya mau bantu aku, jarang-jarang ada lelaki yang seperti itu, sangat langkah dan special, kalau menurutmu gimana Pril?”. Yuni tidak tahu kalo Aku sebenarnya sedang menangis bersama hujan.

” Iya Aldo sangat baik” jawabku singkat dengan memasang senyum kepalsuan.

“Terimakasih ya pril sudah menemani aku, maaf jadi kamu kehujanan” ucap Yuni.

” santai saja pril”.

Tibalah diasram mereka berdua, bergegas untuk ganti pakaian dan istirahat.

Aku memustuskan untuk tidur lebih awal, Yuni sedang mendengarkan suara Aldo untuk belajar lomba baca puisi besok.

“Pril tumben jam segini mau tidur?”, Tanya Yuni.

“Tidak ada apa-apa aku hanya mengantuk”. padahal aku tidur agar perasaan lebih tenang.

“Aku mau curhat sedikit boleh pril?”. Jawab Yuni.

“iya boleh, silahkan yun”.

“Menurut mu aku cocok tidak dengan Aldoi”? Tanya Yuni penasaran.

“iya”, dalam batinku berkata”pertanyaan macam apa itu menyakitkan sekali”. Diriku sambil tersenyum dan menutupi luka dalam hati.

“Pril kayaknya aku jatuh cinta dengan Aldo”, kata Yuni dengan tersenyum.

“jatuh cinta?”. Tanyaku dengan kaget.

“Iya pril”. Jawab Yuni dengan semangat.

“Sebagai teman yang baik apapun keputusanmu selalu aku dukung, iya sudah Yun, aku mau pergi tidur dulu, selamat tidur”. Ucapku dengan perasaan kecewa langsung pergi menuju tempat tidur lalu aku mengambil selimut untuk menyelimuti diriku.

“iya pril selamat tidur” jawab Yuni sambil tersenyum melihat ponselnya.

Aku bertanya,”kenapa belum tidur Yun?”

“Aku masih chatan dengan Aldo, wah kayaknya dia juga jatuh cinta kepada ku, dari tadi aku dikasih perhatian terus sama dia hehehe” Jawab Yuni dengan riang.

“Emm iya” jawabku singkat dan menahan air mata agar tidak tumpah lagi, tetapi tidak berhasil air mata ini sudah membasahi pipi.

Keesokan harinya, aku harus bersikap seolah baik-baik saja, tetapi mataku sangat lebam karena kemarin malam menangis, aku mencoba menutupinya dengan concelar.

Iya sekarang adalah hari dimana temanku Yuni ikut lomba, aku harus memberinya semangat.

“Yun, semangat ya semoga berhasil”, ucapku sambil tersenyum tulus.

“Baik Pril, terimakasih”. Jawab Yuni dengan memeluku.

Tibalah pengumuman juara, akhirnya Yeni mendapatkan juara satu, semua teman-teman saling mengucapkan selamat, Yuni sangat bahagia.

Datanglah Aldo membawa kotak kado yang berisi hadiah, hanya lewati didepan ku tanpa menoleh ke arahku, sedikit pun.

“Selamat Yun, kamu sangat hebat, ini hadiah untukmu” jawab Aldo dengan senyum menawannya.

“wah, apa ini al ?, Terimakasih banyak”. Ucap Yuni sambil tersenyum bahagiah.

“Aku ingin mengucapkan sesuatu untukmu”jawab Aldo.

“iya boleh” jawab Yuni.

“Aku sungguh sangat mencintaimu Yun, apakah kamu mau menerima diriku?

“Tanya Aldo dengan wajah penuh harap dan senyum menawan yang menghiasi wajahnya.

“Iya aku mau menerima kamu Al”. Jawab Yuni dengan sangat bahagia.

Keadaan dikelas sangat heboh, aku hanya dipojok kelas sambil menahan air mata ini agar tidak tumpah.

Aku sudah tidak tahan, akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan ruang kelas. Aku masuk dikelas lain yang sepi tidak ada siapapun, lalu aku menutup pintu dan duduk didepan jendela sambil melihat diluar jendela dan lagi-lagi hujan menghibur diriku.

Tiba-tiba Aldo masuk kelas, menghampiri dan berjalan kearahku, sepertinya dia mengikuti aku pergi tadi. Dan aku langsung berdiri dari tempat duduk.

“Maafkan aku, aku tahu ini menyakitkan untukmu, aku tahu bahwa cintamu sangat dalam, tapi aku tidak cinta padamu Pril”. Jawab Aldo dengan Tatapan yang tajam.

“Iya, aku mengerti”. Jawabku dengan singkat, dan lagi-lagi air mata ini lolos membasahi pipiku.

“Jangan bersedih, maafkan aku”jawab Aldo sambil mengusap air mataku, dan aku langsung menepis tangannya.

Lalu aku pergi bergegas meninggalkan Aldo dalam ruangan itu.

Setelah kejadian itu aku mencoba berdamai pada diriku sendiri, dan aku paham bahwa cinta tidak harus memiliki.

~Tamat

#Terimakasih teruntuk kamu yang telah berkunjung, tunggu cerpen berikunya lagi ya…

Rindu Senyuman Cinta Pertama

            Saat diri ini berjalan cukup jauh melarikan diri dari kepatahan yang membuat hati pilu, mencoba membuat diri agar lebih tenang dan baik-baik saja. Perasaan yang pernah ditikam dengan cukup hebat, pikiran yang pernah dihantam dengan cukup kuat. Tiba-tiba terlintas dipikiran dan dihati terbayang seseorang yang pernah mengajarkan arti kedewasaan, kemandirian, kebijaksanaan, Keberaniaan. Cinta pertama yang dulu pernah dalam dekapannya yang memberikan senyuman paling tulus, apakah aku dapat melihatnya lagi?. Saat diri ini pulang dari perantauan cinta pertama lah yang selalu menyambut dengan senyuman paling, tulus paling bahagiah, sudah tidak lagi kudapatkan, sungguh rindu akan senyuman itu, sunguh berat melepaskan senyuman itu pergi, dan tidak mngkin senyuman itu kembali lagi menyambut. Bibir ini sunguh sulit bicara, hanya air mata mengalir sampek dipipi yang menjawab, hanya lantunan-lantunan doa yang selalu kupanjatkan pada cinta pertama. Setidaknya hanya itu saja yang bisa aku lakukan agar cinta pertamaku tersenyum, tetapi aku tidak bisa melihat senyuman itu lagi. Biarkan semua menjadi kenangan yang tersimpan tertata rapi dalam hati paling dalam.

 Cinta pertama adalah pendengar saat baik, tempat berkeluh kesah sangat nyaman, memberikan solusi yang terbaik, mempunyai harapan padaku agar kelak menjadi orang sukses. Senyuman itu memecahkan segala kesendihan menjadi lebih tenang, senyuman itu memberikan kedamaian pada hati, senyuman itu tidak pernah tergantikan dan tidak dimiliki oleh yang lain.  Dulu terbiasa berjalan dengan cinta pertama kini berjalan sendiri melawan kerasnya hidup. Tiada semangat, dukungan, senyuman itu dari cinta pertama, memulai semua dari awal yang dulu pernah hancur dan terhanyut oleh air mata, bangkit dengan pelan, mencobah melangkah lagi, jatuh berulang-ulang tetap berdiri dan melangkah lagi, karena cinta pertama mengajarkan tidak boleh pantang menyerah, terus semangat. Walaupun senyuman tak lagi menemani. Lalu apa yang pantas kulakukan setelah kepergianmu? Aku tahu, aku harus berpura-pura baik-baik saja, melewati derasnya arus kehidupan tanpa dirimu. Jika sudah sukses diri ini melewati kehidupan yang keras, cinta pertama apakah datang kembali, dengan senyum indah penyejuk hati? Tidak bisa kembali lagi, semua sudah menjadi kehendak tuhan. Hanya lantunan-lantunan doa yang ku kirim khusus untuk dirimu, sebagai obat dari rindu senyum cinta pertama ini. Harapan ku hanya satu semoga engkau selalu senyum dan bahagia disana meskipun diri ini tidak bisa bertemu, teruntukmu Ayah pahlawan sejati dan cinta pertamaku

Hujan Dibalik Jendela

~Puisi

Menunggu didepan jendela
Melihat semesta yang berusaha
menghibur diri ini saat lara
Dengan mata yang berkaca kaca
Dengan hati tertusuk teramat sangat
Ribuan kata yang ingin ku uncap
Hanya sia-sia
Apakah engkau tidak tahu
Aku Sekarang tidak baik-baik saja?
Apakah dirimu peduli tentang itu
Kurasa tidak
Ratapan lara, pilu tersimpan kuat
Bersama hujan dibalik jendela
Setidaknya hujan menjadi obat dari hati yang tersakiti.

Senja yang Usai

~Puisi

Dengan setia menanti hadirmu
Memberikan ketenangan dalam jiwa
Melukis senyum indah dari para pengagummu
Hadirmu yang indah namun tak lama
Hanya sebentar saja
Senyuman yang kini menjadi air mata
Hanya kecewa yang dirasa
Beginikah caramu senja
Yang tidak menetap lama
Pergimu membawa kegelapan yang nyata
Harapan kini sudah usai
Cerita saat ini sudah selesai
Hadirmu yang memberi hangat
Engkau hadirkan malam yang dingin sangat
Malam menangis,
Tetes embun membasahi mata hati ku
Munkin akan berbeda rasanya
Setelah kepergian mu senja
Diri ini akan biasa dengan kepergianmu
Dan akan baik baik saja.

#10, Oktober 2020#Jombang

Catatan Pendek untuk Cinta yang Paling Rumit

         

   Tiba-tiba saja kau menghilang. Apa kau kira dipermainkan rindu itu menyenangkan? Apa yang ada dikepalamu saat ini mencari aku dan kau seolah tidak mau tahu. Apa khawatirku bukan lagi pedulimu? Apa patah hatiku bukan lagi resahmu? Kita sedang tidak bermain-main. Tapi kau seolah mempermaikan apa yang aku titipkan padamu. Sesuatu yang kadang tidak sempat terucap oleh kata , namun selalu tidak bisa terselip dalam doa. Sesuatu yang kadang tidak mampu dinadakana suara,namun selalu tidak bisa dipungkiri mata. Jangan jauh-jauh. Aku manusia yang jatuh pada butuh-aku membutuhkanmu.

            Memang benar akan ada fase dimana yang terluka akan bahagia, yang patah akan tumbuh, yang ada akan hilang, tetapi jangan sekali-sekali terpuruk akan perihal fase yang kurang menyenangkan. Terus lah bejuang kejalan yang benar jika engkau merasa lelah istirahatlah sejenak, lalu berjuanglah lagi, meskipun perjuangan hanya sebatas tak ada angapan.tak ada penghargaan tetaplah berjuang sekuat tenaga jangan berhenti jika Allah belum menyuruhmu berhenti, percayalah mungkin dirimu saat ini benar-benar hilang harapan, merasa perjuangan hanya sia-sia. Tapi jangan lah murung dengan keadaan semua sudah diatur oleh sang kuasa, yang maha mengerti drimu dikala engkau susah.

            Teruslah berjuang pada jalan yang benar, jangan sekali-kali berbelok kekanan atau kekiri yang membuat engkau malah tersesat,putus asa dan hilang harapan. Jika menurutmu cintamu sangat rumit mungkin dirimu sedang diuji. Bersabarlah jika perjuanganmu hanya diangap omong kosong, teguhkan hatimu jika dia tidak menghargai perjuanganmu,tetaplah tanguh walaupun dirimu sedang dilemahkan. Jadilah dewasa dengan tetap berprilaku baik,berpositif thingking,mengerti tentang cinta yang tidak dihargai hanya masalah biasa. Walaupun dirimu ingin berdamai dengan keadaan,ingin keadaan baik-baik saja, lakukanlah pasti bisa walaupun sulit engkau pun akan terbiasa akan keadaan yang selamanya tidak selalu baik. 

Tetaplah menjadi seorang yang baik meskipun engkau tidak diperlakukan baik,tetaplah cinta meskipun yang dicintai belum paham apa itu arti cinta, tetaplah sayang meskipun yang disayang hanya sayang pada egonya. Meskipun cintamu sngat rumit tentu waktu demi waktu diirimu akan terbiasa akan perlakuaan tidak baiknya, egonya, marahnya. Sudah tenanglah dirimu dengan mencoba bersyukur dan bersabar yakinlah engkau akan terbiasa dengan cinta yang rumit ini. Maaf jika diriku sudah terbiasa akan sifatmu, tolog jangan salahkan aku jika aku sudah terbiasa akan perlakuaan mu yang semena-mena. Maaf jika hatiku berubah bukan nya maksud aku berhenti mencintaimu tapi Allah lah yang membolak-balikan hati ini.

Cinta yang Lama dan Selalu Menemani akan Kalah dengan Ketentuan Allah Tentang Membolak-balikan Hati

        

    Akan ada masa dimana seseorang saling mengenal saling menyayangi saling mencintai dengan yang benar-benar tulus selama 2,5 tahun terkalahkan oleh ego yang tinggi.kenangan di maasa lalu tetap berada diwaktu lalu karena masa sekarang tidak bisa kembali ke masa-masa itu. Secara tiba-tiba ketika cinta yang kalah dengan ego,cinta yang dibangun dengan lama dengan rasa homat,kasih sayang semua tidak berarti apa-apa hanya sekedar pelajaran dari allah untuk lebih mengerti bahwa allah lah yang maha membolak balikan hati seseorang hanya dalam hitungan detik.

      Perasaan yang dulunya sangat dibanga-bangakan akhirnya jadi hilang dngan sekejab dan jadi tak peduli satu sama lain. Entah secara tiba-tiba kenapa demikian hal itu terjadi?apakah Allah tidak setuju dengan hubungan yang tulus ini?apakah Allah membuat diriku sedih saja? Tidak, aku paham dengan hilangnya perasaan cinta yang telah dibangun bertahun-tahun,maka Allah maha yang membolak balikan hati seseorang, Allah mengerti dan paham banhwa ada  seseorang yang jauh lebih pantas dan lebih baik darinya. Tapi aku sangat berharap kepada Allah semoga dia selalu sehat diberikan yang terbaik dari aku. Kenangan masih tetap disana tidak bisa kembali kepada orang yang sama sudah hilang semua rasa tetapi hati masih bertanya-tanya, mengapa dia seperti itu kepada ku? Aku sudah bertahun-tahun bersama dalam suka maupun duka tetapi kenapa sifatnya berubah seketika. Sifatnya dulu yang baik sopan pengertiaan,rasa hormat kasih dan sayang semua jadi hilang dengan muncul sifat yang sewenang-wenang maunya menang sendiri,ingin dihargai dan tak mau dihargai, kata-kata yang semakin membuat diriku sakit dan ingin menyerah. Memang menyerah itu tidak  boleh.tetapi allah menguji seseorang hanya sampe batas kemampuanya .

     Sifat yang seakin lama semakin menyayat hati membuat hati kini kian rapuh. Hubungan yang dibangun selama 2,5 tahun hanya sia-sia. Berawal dari tatapan, saling kenalan lewat chat, sampai membangun kotmitmen tulus nyatanya hanya putus tengah jalan tak ada hasil yang baik yang ku dapat Cuma hati yang rapuh. Aku mengerti setia dan menjaga hati ini sangat sulit dilakukan karena jarak kami yang jauh. Aq berusaha memberi kabar baik tetapi tidak tepat itu karena ada urusan. Bukan aku melupakanya hanya saja aku mau dia mengerti juga bahwa aku juga berjuang disini, berjuang tak dihargai itu sakit.

            Pekara-pekara jodoh hanya Allah lah yang tau, jangan lah engkau yang kini dengan seseorang yang engkau banga-bangakan, yang engkau anggap dia lah yang terbaik, jangan seperti itu, itu salah besar. Sekuat apapun engkau menjaga hubunganmu dengan seseorang yng engkau cintai secara mengebu-gebu hal tersebut belum tentu bahwa dia itu jodohmu. Jika ketentuan Allah berkata lain tentang perihal jodoh, tentang membolak-balikan hati seseorang, engkau tidak bisa membatah hal itu, engkau tidak bisa bergeming sama sekali.

            Jodoh adalah cerminan dalam dirimu jika engkau seorang yang baik maka akan mendapatkan yang terbaik. Rahasia hidup bahwa Allah tidak akan memberikan sesorang yang terbaik jika dia tidak mau bertaqwa. Allah menciptakan laki-laki dan perempuan agar saling mengenal satu sama lain. Bukan berarti setelah mengenal sesorang lalu ditinggal pergi tanpa adanya tangung jawab. Allah menyuruh untuk saling mengenal agar menjalin silahturahim dengan baik.

            Jika yang akan datang teryata engkau dipisahkan darinya, yang cinta mu selama ini denganya sangat-sangat tulus hanya sia-sia tak mendapatkan apa-apa hanya rasa sakit,kecewa dalam hati. Janganlah engkau sekali-kali sedih, janganlah engkau merasa bahwa Allah tak adil dengan mu, itu salah besar justru Allah memisahkan dirimu dengan dia karena Allah sangat sayang padamu bersyukurlah dirimu diberikan oleh Allah rasa sedih, tapi mengapa Allah memisahkan dia darimu? Karena Allah itu tau yang terbaik. Engkau dipisahkan olehnya mungkin bisa jadi dia hanya menjadi penghalang untuk cita-citamu. Sudahlah cukup untuk rasa kesal, buang lah jauh-jauh pikiran negatif. Di tingal dengan sesorang yang engkau banga-bangkan itu pekara yang biasa. Yang penting Allah yang maha pengasih,penyayang. Maha membolak-balikan hati masih tetap dihatimu. Allah tidak akan meningalkan hambanya dalam keadaan sendirian. Allah akan mengantinya dengan yang lebih baik lagi percayalah hal itu. Tapi dengan syarat bahwa engkau juga mau berusaha lebih baik lebih taqwa kepada Allah niscanya ia memberikan sesuai dengan kebaiakanmu.

            Besabarlah dan bersyukurlah terhadap segala cobaan dari Allah, karena Allah menguji hambanya sampai batas kemampuanya. Jika kini hatimu sedang rapuh kembalikan semua pada Allah hatimu akan menjadi kuat dan siap menerima kenyataan bahwa hidup siap berjuang. Berjuang demi siapa ya… demi Allah saja,nanti jika berjuang demi yang lain hanya membuat luka dihati saja.

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai